202 

Tangkal Hoax, Diskusi Dwi Minggual HMP Ilha Angkat Tema "Hadis Maudhu dan Berita Hoax : Sebuah Upaya Konstruktif Generasi Milenial Dalam Bermedia Sosial”

 

Selasa, 03 Maret 2020, Pada kesempatan kali ini HMP IH mengadakan kegiatan diskusi rutinan yang di selenggarakan di Gedung PKM IAIN Kudus dan di hadiri oleh Mahasiswa Ilmu Hadis dan Mahasiswa Prodi lain.

Diskusi tersebut membahas tentang tema “Hadis  Maudhu dan Berita Hoax : Sebuah Upaya Konstruktif Generasi Milenial Dalam Bermedia Sosial”. Dalam diskusi tersebut di hadiri langsung oleh Bapak Muhammad Agus Zuhurul Fuqoha, S.Ud., M.S.I sebagai narasumber atau pemateri. Diskusi tersebut membicarakan tentang fenomena hoax atau berita bohong yang juga relevan dengan kajian hadis maudhu’.

Hadis Maudhu adalah hadis yang dikarang oleh orang yang berdusta atas nabi Muhammad Saw. Terdapat hadis shahih yang berisi tentang ancaman orang yang berbuat dusta “Barangsiapa yang berdusta atas namaKu dengan sengaja, maka silahkan dia ambil tempat duduknya di neraka”.

Beliau menjelaskan ada beberapa faktor yang mendasari munculnya Hadis maudhu. Pertama, bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengatasnamakan Rosulullah agar orang lain termotivasi untuk beribadah. Kedua, untuk membela madzab tertentu. Ketiga, di gunakan untuk kepentingan politik. Keempat, untuk mendekati penguasa sebagian pemalsu hadis membuat hadis maudhu yang berkaitan dengan penguasa.

Kemudian beliau juga menjelaskan cara untuk mengetahui ciri hadis maudhu yaitu biasanya berita tersebut menggunakan kata yang serampangan, bertentangan dengan realitas yang ada, berita tersebut berisi tentang hadis rendahan dan bertentangan dengan isi Al-Quran.

Kemajuan perkembangan teknologi informasi di era sekarang ini, selain  menimbulkan dampak positif juga menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu beliau berpesan kepada seluruh mahasiswa terutama mahasiswa Ilmu Hadis agar senantiasa menyampaikan hadis dengan mengetahui kualitas hadis tersebut dan ketika menyampaikan berita di media sosial menyaring terlebih dahulu agar tidak ada lagi hoax atau berita bohong yang berkembang di tengah masyarakat.




Back to Top